Tumbangkan Yunani 2-0, Italia Melaju Ke EURO 2020


SamsungBola – Italia mendapatkan tiga poin yang dibutuhkan saat meladeni Yunani di kota Roma. Tambahan tiga poin itu membuat Italia lolos ke EURO 2020 dengan tiga laga tersisa. Ini adalah penebusan dosa untuk kegagalan lolos mereka ke Piala Dunia 2018.

Italia menjamu Yunani di Stadio Olimpico, Roma, pada matchday ke-7 Kualifikasi EURO 2020 Grup J, pada hari Minggu (13/10/2019). Italia menang dengan skor meyakinkan 2-0 lewat penalti Jorginho di menit ke-63 dan gol pemain pengganti Federico Bernardeschi di menit ke-78.

Italia tetap sempurna, meraih tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan. Italia lolos kualifikasi dengan tiga laga tersisa, untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Absennya sejumlah pemain, seperti Alessandro Florenzi, Emerson Palmieri, Lorenzo Pellegrini, Giorgio Chiellini, dan Stefasno Sensi memang sedikit memusingkan sang pelatih Roberto Mancini. Namun, meski sempat terbentur tembok solid Yunani, Azzuri tetap mampu meaih hasil terbaik.

Italia, yang masih sempurna hingga pertandingan ke-6, punya kesempatan untuk mengamankan kelolosan ke EURO 2020 dengan kemenangan. Sementara itu, Yunani yang baru mengumpulkan lima poin, wajib mengalahkan Azzurri jika ingin menjaga peluang mereka.

Pelatih Roberto Mancini menurunkan komposisi terbaik yang dimilikinya. Federico Chiese, Ciro Immobile, Lorenzo Insigne dipercaya menjadi starter di lini depan Italia.

Di lini belakang, Leonardo Bonucci melakoni penampilan internasionalnya yang ke-92. Dia pun kini sendirian sebagai pemain dengan jumlah penamnpilan terbanyak ke-10 sepanjang sejarah tim nasional Italia. Dia meninggalkan Alessandro Del Piero, yang mana mereka berdua sebelumnya sama-sama memiliki 91 penampilan.


Tampil dengan seragam berwarna hijau, tim yang identik dengan warna biru ini menemui kesulitan di babak pertama.

Yunani sempat mengancam lewat Dmotrops di menit ke-12, tapi digagalkan oleh Gianluigi Donnarumma. Setelah itu, Italia bermain dominan dan menguasai permainan dengan ball possession melebihi 70%.

Hanya saja, itu tak berbanding lurus dengan serangan mereka. Yunani, yang menolak kalah, berusaha sekuat tenaga untuk menghindarkan gawang mereka dari kebobolan. Tanpa satu pun tembakan tepat sasaran, Italia harus puas dengan skor 0-0 di babak pertama.

Italia juga kehilangan Chiesa yang mengalami masalah paha, dan digantikan dengan Federico Bernardeschi beberapa menit sebelum jeda.

Italia perlu meningkatkan kreativitas dan menambah variasi serangan mereka di babak kedua. Jika tidak, akan sulit bagi mereka. Ternyata benar, Azzurri bisa tampil lebih baik daripada paruh pertama. Hasilnya pun mereka dapatkan di menit ke-62.

Berawal dari permainan kombinasi dengan Marco Verratti di dalam kotak penalti Yunani, Insigne melepas tembakan yang mengenai tangan Andreas Bouchalakis. Wasit mengganjarnya kartu kuning dan memberi Italia hadiah penalti. Jorginho maju sebagai algojo dan dengan tenang mengkonversinya menjadi gol. Skor menjadi 1-0.

Sukses memecah kebuntuan, Italia semakin percaya diri. Gol kedua pun mereka dapatkan, dan klai ini lewat Bernaderschi. Bernaderschi menembak menyilang dari luar area di sisi kanan. Bola sempat deflected sebelum bersarang di sudut bawah.

Italia memegang kendali penuh, dan berusaha menambah gol di sisa waktu yang ada. Hanya saja, tak ada gol lagi yang tercipta. Namun, itu sudah cukup untuk membuat Italia berpesta.


Related posts

Leave a Comment