Terburuk Madrid Alami Kalah, Solari Siap Bertanggung Jawab


Santiago Solari siap bertanggung jawab atas rekor buruk yang baru saja dibukukan Real Madrid saat menjamu CSKA Moscow. Pelatih asal Argentina itu mengaku salah ketika menentukan susunan pemain.

Madrid harus merasakan sakit luar biasa saat meladeni CSKA di Santiago Bernabeu, Kamis (13/12). Pada laga penutup penyisihan Grup G Liga Champions itu, Los Blancos dipermalukan tiga gol tanpa balas.

Ulah Fedor Chalov (37), Georgi Shchennikov (43) dan Arnor Sigurdsson (73) menyebabkan Madrid menelan kekalahan kandang terbesar selama berpartisipasi di kancah Eropa. Itu juga menjadi rekor terburuk saat penyisihan grup Liga Champions selama 10 musim terakhir.

Hasil negatif terparah yang sebelumnya dialami Madrid saat menjadi tuan rumah di Liga Champions ketika dihajar Juventus 1-3 di perempat musim lalu. Ini juga pertama kalinya lagi wakil Primera Liga itu gagal mencetak gol di kompetisi tertinggi Benua Biru saat tampil depan publik sendiri.

Terakhir kali Madrid tidak mampu merobek gawang tim tamu di ajang Liga Champions ketika dipermalukan Barcelona 0-2 waktu semifinal. Tidak hanya itu, CSKA kini menjadi tim kedua yang mampu menundukan Madrid minimal 3-0 di Santiago Bernabeu selama satu dekade belakangan.

Sebelum merasakan amukan CSKA, hanya Barcelona yang mampu menang telak di kandang Madrid. Terhitung mulai Januari 2008, El Azulgrana pernah unggul 6-2 (3/5/2009), 4-0 (22/11/2015) dan 3-0 (23/12/2017) yang semuanya terjadi di Primera Liga

“Kami sebenarnya memulai laga dengan baik, tepatnya selama 30 atau 35 menit pertama. Tapi, kami kurang kuat ketika di kotak penalti sendiri. Mereka menghukum kami karena itu. Saya sedih dengan hasil ini. Jika kami tidak mengambil resiko, hasil akhir mungkin saja berbeda,” kilah Santiago Solari, dilansir skysport.

Rasa malu Madrid makin bertambah karena terhitung sejak 2008/2009 baru kali ini lagi menelan dua kekalahan saat penyisihan grup Liga Champions.Pada edisi 2011/2012 dan 2014/2015 mereka berhasil mencatat sapu bersih.


Kemudian pada musim 2010/2011, 2013/2014, 2015/2016 dan 2016/2017, Madrid lolos ke babak gugur tanpa terkalahkan. Sementara pada perhelatan 2009/2010, 2012/2013 serta 2017/2018, Los Galacticos cuma sekali tersungkur.

Disinyalir rekor buruk ini terjadi karena Solari mengubah komposisi pemain. Keputusan ini diambilnya lantaran sebelum laga itu berlangsung, Madrid sudah dipastikan melaju ke babak 16 besar sebagai juara Grup G.

Solari memasukan sejumlah pemain pelapis saat bentrok CSKA. Dia juga mencadangkan Gareth Bale yang baru diturunkan pada menit ke-46 menggantikan Karim Benzema. Pendapat ini dibenarkan penerus Julen Lopetegui tersebut.

“Laga itu jadi kesempatan bagi sejumlah pemain untuk menambah jam terbang, baik itu yang baru pulih dari cedera atau jarang diturunkan. Kami mengambil resiko dengan menurunkan line-up seperti itu. Dan, saya yang bertanggung jawab

Tapi, bukan berarti Madrid sudah tidak lagi menganggap penting Liga Champions. Itu diutarakan Marcelo. Bek asal Brasil itu menyebut timnya selalu tampil serius disetiap pertandingan, itu termasuk saat melawan CSKA.

“Kami selalu ingin meraih kemenangan. Tapi, sayangnya kami tidak bisa melakukannya. Kami punya sejumlah peluang pada babak pertama dan juga melakukan banyak tembakan ke gawang. Tapi, mereka yang mencetak tiga gol. Mereka layak menang,” ujar Marcelo.

Apapun alasannya, Madrid harus segera melakukan pembenahan, khususnya dalam memilih kiper utama. Soalnya, Thibaut Courtois kembali tampil mengecewakan. Padahal kemampuannya sempat dianggap telah kembali saat membantu rekan-rekannya mengalahkan Huesca 1-0 di Primera Liga.

Dengan demikian, kiper yang dibeli dari Chelsea seharga 35 juta euro pada 9 Agustus 2018 itu, sudah kebobolan 21 kali, dimana 18 diantaranya terjadi di kompetisi domestik musim ini. Dari total 16 laga sejauh ini, dia baru tujuh kali mencatat clean sheet


Related posts

Leave a Comment