Syahrul Mubarak 3 Tahun Kumpulkan Jersey Timnas U-19 Evan Dimas cs


Samsungbola – Mempunyai koleksi jersey dua skuat Timnas Indonesia bukanlah usaha yang mudah dan murah. Tapi bagi Syahrul Mubarak semua itu impas karena jersey-jersey adalah rangkuman memori dan emosi sehingga waktu tiga tahun dan penerbangan ke Bangkok pun bukan hal berat.

Timnas U-19 yang sukses menjadi juara Piala AFF 2013 menjadi primadona. Garuda Muda yang diperkuat Evan Dimas Darmono cs itu mengakhiri paceklik gelar Indonesia di ajang kompetitif setelah 22 tahun.

Tak cuma itu, tim besutan Indra Sjafri tersebut melanjutkan langkah dengan lolos ke Piala Asia U-19 2014 di Myanmar. Tempat di Piala Asia itu didapatkan Timnas U-19 itu dengan salah satunya mengalahkan tim kuat Korea Selatan. Sayangnya, Timnas U-19 melempem di Piala Asia dengan tak lolos babak grup

Tapi bagi Syahrul hasil akhir di Piala Asia itu tak disoal. Tapi, Timnas U-19 bisa juara Piala AFF 2013 dan manggung di Piala Asia sudah menjadi raihan spesial.

Makanya, dia pun tak mau sekadar mengingat torehan emas Evan DImas dkk itu di dalam kepala. Dia menandai sejarah itu dengan mengumpulkan jersey penggawa Garuda Muda di Piala Asia 2014, butuh waktu beberapa tahun untuk melengkapi sampai seluruh skuat. TIga tahun sejak gelaran Piala Asia, Syahrul berhasil mengumpulkan sebanyak 19 jersey.


“Saya baru bisa melengkapinya di tahun 2017. Dapatnya satu-satu dan tidak sekaligus banyak dari beberapa kolektor. Ada medalinya satu juga,” kata Syahrul saat berbincang dengan detikSport di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Tak hanya mengoleksi jersey Timnas U-19 milik Evan Dimas dkk, dia melanjutkannya dengan obsesi membuat monumen baru dengan jersey-jersey Timnas Indonesia yang tampil di Piala AFF 2016. Kenapa?

Bagi Syahrul dan pecinta sepakbola Indonesia, Piala AFF 2016 itu menjadi momen comeback Timnas Merah Putih setelah PSSI bebas dari sanksi FIFA. Eh, Timnas mampu tampil melebihi ekspektasi publik dengan melaju sampai ke babak final.

Sejatinya, Syahrul sudah gatal untuk nonton langsung pertandingan-pertandingan babak grup, namun ada saja pekerjaan yang menghalanginya. Apalagi, pertandingan tak dilangsungkan di Tanah Air, namun di Filipina.

Tapi, setelah Boaz Solossa dkk melaju ke babak knock out, Syahrul tak ingin hanya menjadi seseorang yang jatuh cinta namun cuma berani memandang dari jauh. Dia hadir dalam laga-laga Timnas di stadion, bahkan pria asal Lembang, Jawa Barat, itu mendukung duel Skuat Garuda di final leg II di Bangkok.


Related posts

Leave a Comment