Sukses Imbangi Barcelona, Solari Layak Dipertahankan


SamsungBola – Santiago Solari menandai 100 hari sebagai pelatih Real Madrid dengan menahan imbang Barcelona di Camp Nou di leg pertama semifinal Copa del Rey, Kamis (7/2/2019) dini hari WIB. 101 hari setelah pendahulunya mengakhiri masa kerjanya usai dibantai lawan yang sama dengan skor telak 1-5.

Julen Lopetegui mengakhiri masa kepemimpinan singkatnya di Real Madrid pada bulan Oktober lalu. Ia dipecat setelah Real Madrid dipermalukan Barcelona, dan Solari diangkat sebagai pelatih sehari setelahnya sebagai interim.

Solari mengambil peran penuh sebagai pelatih karena di Spanyol ada aturan bahwa status pelatih interim hanya berlaku selama 14 hari, dan sejak itu membantu juara Eropa tersebut keluar dari masa krisis.

Sejak itu, Solari pun menunjukkan beberapa perubahan yang berimbas positif pada performa Los Blancos akhir-akhir ini.

Pelatih asal Argentina tersebut membuat beberapa keputusan berani semenjak itu, sebut saja seperti mencadangkan Isco dan memercayakan posisi sayap kiri kepada pemain muda 18 tahun, Vinicius Junior. Walau mendapatkan banyak kritik, keputusan itu terbukti dengan cepat membuat Los Blancos keluar dari krisis.

Saat pertandingan yang banyak disebut sebagai ujian sebenarnya sebagai pelatih Real Madrid, yakni melawan Barcelona di leg pertama semifinal Copa del Rey, beberapa keputusan berani juga diambil oleh Solari. Selain menunda merilis nama skuat yang ia bawa ke Catalan hingga dua jam sebelum kick off, Solari juga membuat beberapa kejutan dalam starting XI.

Tanpa memainkan Gareth Bale dan juga Casemiro dan percaya pada Marcos Llorente di lini tengah, sementara di lini depan Karim Benzema ditemani Vinicius dan Lucas Vazquez, Los Blancos tampil lebih agresif dan lebih baik dengan unggul cepat lewat Vazquez sebelum Malcom menyamakan kedudukan setelah jeda.

Vinicius sendiri tampil tak mengecewakan di panggung el clasico pertamanya tersebut. Pemain 18 tahun tersebut sebelumnya juga tampil bagus dengan terlibat di 8 gol Real Madrid di Copa del Rey, dua gol dan enam assist. Dan laga ini seperti jadi ajang pembuktiannya.


Tercatat, di babak pertama Vinicius melepas empat tembakan lebih banyak dibandingkan yang dilakukan seluruh pemain Barcelona secara total. Nama yang sama juga berperan pada gol Vazquez di mana ia melepas umpan kepada Benzema sebelum dikirimkan kepada Vazquez.

Seusai pertandingan, Vazquez mengklaim bahwa Real Madrid layak mendapatkan hasil yang lebih baik. “Hasilnya tak adil, kami melakukan lebih banyak serangan untuk memenangkan pertandingan. Mungkin kami membuat Barcelona sedikit sekali melakukan sesuatu di babak pertama,” ujarnya.

“Kami membuat peluang yang jelas, kami tak tahu bagaimana memaksimalkannya dan itu yang akhirnya membuat imbang,” tambahnya.

“Hasil imbang ini membuat pertarungan masih terbuka dan leg kedua akan menjadi sangat keras dan penuh perjuangan. Apa yang kami inginkan adalah memenangi pertandingan di Bernabeu, di depan pendukung kami sendiri,” tutupnya.

Vazquez sendiri merupakan pemain yang mendapatkan kepercayaan lebih dari Santiago Solari, dan dia tak bermain sebagai starter ketika Real Madrid dibantai Barcelona 1-5 pada bulan Oktober lalu.

Sementara itu Solari mengungkapkan rasa bahagianya melihat performa timnya pada pertandingan tersebut dan berpikir bahwa timnya layak untuk meraih kemenangan.

“Ini sulit untuk berbicara soal keadilan di sepak bola. Kami punya peluang mencetak gol, di babak pertama dan kedua, tapi apa yang sangat saya sukai adalah bahwa ini sebuah pertandingan yang sangat presisi, sangat menghibur,” ungkapnya.

Setelah el clasico terakhir Real Madrid merupakan sebuah tragedi dan traumatik, performa yang ditunjukan Los Blancos pada pertandingan dini hari tadi memang mengindikasikan peningkatan yang berbeda dan menunjukkan sejauh mana Madrid telah berubah selama lebih dari tiga bulan ini.


Related posts

Leave a Comment