Pemain Chelsea Thibaut Courtois, Willian, dan Hazard Berontak


Bursa transfer Liga Primer tinggal menyisakan satu hari lagi, terhitung hari ini. Inggris bersama Finlandia menjadi liga yang menutup agenda transfernya lebih cepat dibandingkan negara Eropa lainnya.

Durasi ini lebih cepat dibandingkan Seri A yang menutup aktivitas transfer mereka pada 17 Agustus mendatang. Sementara Primera Liga (Spanyol), Bundesliga (Jerman), serta Eredevisie (Belanda) baru menutup aktivitas transfer pada 31 Agustus mendatang. Masalahnya, Inggris adalah pusaran transfer terbesar dalam beberapa musim terakhir.

Imbasnya, beberapa tim dan pemain yang ingin pindah melakukan berbagai cara agar bisa pergi ke liga atau klub lain sebelum bursa transfer ditutup. Situasi ini memunculkan pemberontakan langsung atau tidak langsung dari pemain. Seperti yang dilakukan tiga pemain Chelsea Thibaut Courtois, Willian, dan Eden Hazard. Courtois yang dikabarkan tak sabar untuk berseragam Real Madrid sudah mangkir dalam sesi latihan.

Pun dengan Hazard yang belum terlihat berlatih di bawah kendali Maurizio Sarri. Sementara Willian terlihat belum move on dari sentuhan Jose Mourinho yang sekarang menjadi pelatih Manchester United (MU). Dia menilai Mourinho adalah manajer terbaik yang pernah bekerja bersama. Hubungan mereka juga sangat baik dan sudah seperti teman.

“Terkadang kami saling bicara atau berkirim pesan. Dia adalah seorang manajer hebat. Saya menikmati bekerja dengannya. Saya harap saya dapat bekerja lagi bersamanya suatu hari nanti,” tuturnya.

Namun, gelandang tim nasional Brasil itu mengaku tidak tahu pasti apakah memang Mourinho sudah memberikan tawaran resmi untuk membawanya dari Stamford Bridge menuju Old Trafford. Semua hanya ada di media. Meski, lanjutnya, dia tahu Mourinho sudah bicara dengan agennya dan meminta agar dirinya dibawa ke Manchester. “Kalau meminta langsung, tidak pernah. Dia hanya mengirimiku pesan,” ujarnya.


Willian sendiri mengaku masih betah di Chelsea. “Saya ingin tetap di klub. Saya juga suka tinggal di London. Itu adalah kota yang menakjubkan dan keluarga saya beradaptasi dengan baik. Jadi, ya, saya berniat tinggal di Chelsea,” tandasnya.

Cara berbeda dilakukan Paul Pogba dan Luka Modric agar bisa meninggalkan klubnya. Agen Pogba, Mino Raiola, dikabarkan mendapatkan tugas khusus dari Barcelona untuk mengajukan tawaran kepada manajemen The Red Devils. Padahal, Barca sempat memiliki hubungan buruk dengan agen pemain asal Rumania tersebut dalam transfer Zlatan Ibrahimovic.

Demi Pogba, Raiola saat ini berada di Manchester untuk melancarkan gerakan demi memuluskan kepindahan mantan pemain Juventus itu. Angka 112 juta euro plus Yerry Mina sebagai tambahan diharapkan bisa membawa pemain timnas Prancis tersebut ke Camp Nou. Kepindahan Pogba ke Barca bisa saja terjadi karena gelandang berusia 25 tahun itu memiliki hubungan kurang harmonis dengan Mourinho.

Dia juga ingin bermain bersama salah satu pemain terbaik dunia Lionel Messi. Meski untuk itu, Barca harus bersaing dengan Juventus yang juga tertarik memulangkan Pogba demi ambisi Liga Champions. Juve punya peluang tak kalah besar. Selain memiliki alasan romantisme dan kehadiran Cristiano Ronaldo, juara bertahan Seri A tersebut juga siap menawarkan Miralem Pjanic sebagai tambahan kesepakatan.

Sementara Modric memilih menunggu tawaran realistis dari Madrid setelah Inter Milan menawarkan kontrak 60 juta euro selama enam tahun. Artinya, dia akan mendapatkan 10 juta per tahun bersih. Nominal ini jauh di atas yang didapatkan dari Madrid, yaitu 6,5 juta per tahun bersih. Kontrak di Madrid akan berakhir pada 2020, yang berarti setelah itu masa depannya belum bisa dipastikan.

Berbeda jika menerima tawaran Inter, dia akan bermain di I Nerazzurri selama empat tahun, sampai usia 36, dan dua tahun setelah itu dia akan memperkuat tim Liga China Jiangsu (klub yang juga dimiliki pemegang saham Inter).


Related posts

Leave a Comment