Meski Menang, Mourinho Kecam Kegagalan Dewan Manchester United


Jose Mourinho mengecam kegagalan Manchester United menandatangani bek tengah baru di bursa transfer musim panas dan yakin timnya kini menghadapi musim yang sulit.

Pelatih asal Portugal itu memprioritaskan seorang pemain belakang baru. Sejumlah pemain menjadi bidikan seperti Toby Alderweireld, Jerome Boateng, Harry Maguire, dan bahkan Diego Godin, semuanya gagal terwujud.

Hingga bursa transfer ditutup 9 Agustus, Mourinho hanya menandatangani Lee Grant, Diogo Dalot, dan Fred. Ini di luar kebiasaan The Special One -julukan Mourinho- yang kerap dikabulkan permintaannya dalam membeli pemain besar.

United memulai kampanye Liga Primer 2018/2019 dengan kemenangan 2-1 atas Leicester City di Old Trafford, Jumat (11/8/2018) dini hari WIB. Gol United dicetak Paul Pogba melalui titik penalti pada menit ketiga. Digandakan  Luke Shaw menit ke-83. Gol balasan Leicester dicetak Jamie Vardy di injury time babak kedua (90+2).

Ketika ditanya apakah musim baru akan lebih sulit tanpa pemain yang dia inginkan, Mourinho mengatakan kepada Sky Sports, “Tentu saja ini akan terjadi.”

“Saya pikir ini akan menjadi musim yang sulit bagi semua orang, tak hanya bagi kami. Sulit bagi kami, sebab saya punya rencana, dan rencana saya untuk berbulan-bulan.”


“Tapi saya telah menemukan diri saya di awal Liga Primer, saat bursa pemain ditutup. Saya menemukan diri saya dalam situasi yang saya pikir tidak akan saya masuki. Tapi ini terakhir kali saya berbicara tentang hal ini.”

“Mungkin terakhir kali dalam konferensi pers jika ada rekan Anda yang bertanya tentang hal itu. Sudah selesai, finis, pasar ditutup. Dan tidak ada lagi pembicaraan soal itu.”

Mengenai hubungannya dengan CEO United Ed Woodward, apakah bermasalah, Mourinho mengatakan sepak bola tengah berubah. Bahkan seorang manajer seperti dirinya akan turun level hanya sebagai pelatih kepala saja.

“Itu sepak bola. Itu manajemen sepak bola. Saya pikir sepak bola sedang berubah, dan mungkin manajer sepak bola harus lebih banyak dipanggil sebagai pelatih kepala saja.”

“Kami memiliki staf pelatih yang besar dan multi-fungsi, dan saya pikir kami lebih menjadi pelatih kepala daripada manajer. Itulah cara saya berpikir sepak bola akan bejalan.”

“Kami bermain melawan tim yang bagus. Kami bermain melawan tim yang berinvestasi lebih banyak dari kami. Mereka menghabiskan lebih banyak dari kami!”

Jadi saya pikir di Liga Primer, kita harus terbiasa dengan tim bahwa mereka memiliki pemain dengan kualitas yang sama dengan yang kita miliki. Lupakan nama, lupakan sejarah, lupakan kaosnya, setiap tim adalah tim yang bagus dan setiap pertandingan itu sulit. “


Related posts

Leave a Comment