Mantan Arsenal ingin Bunuh Diri Akibat Jatuh Miskin


Mantan Arsenal ingin Bunuh Diri Akibat Jatuh Miskin

 

 

London – Mantan pemain Arsenal, Emmanuel Eboue, 11 tahun yang lalu ini masih bergabung masuk lapangan bersama-sama dengan tim Arsenal.

Setelah karirnya sepanjang tujuh tahun bersama Arsenal yang mempunyai masa depan baik, dia sudah mengantongi upah ratusan milyar rupiah, tinggal di sebuah rumah mewah dan mengemudikan mobil mewah.

Sekarang mantan bek Arsenal ini menghabiskan hari-harinya bersembunyi dari petugas pengadilan, kadang-kadang tidur dilantai rumah seorang teman, ke mana-mana naik bus dan bahkan membersihkan pakaiannya dengan tangan karena dia tidak bisa membeli mesin cuci.

“Saya ingin Tuhan membantu saya,” katanya. “Hanya Tuhan yang bisa membantu saya mengambil pikiran (Bunuh Diri) ini dari dalam kepalaku.”

Uraian Eboue mengerikan mengejutkan. Kita sampai bertanya-tanya mengapa ada nasib seburuk ini untuk seseorang pemain sepak bola Premier League.

Dia berbicara secara terbuka dan jujur dalam upaya untuk mendorong pemain sepak bola lain agar jangan jatuh miskin seprti dirinya dan menghindari cobaan yang sama untuk bunuh diri.

The sunday mirror menulis, dalam puncak karirnya bersama Arsenal, ia menjadi pemain favorit para fans Arsenal. Dia adalah bagian dari tim yang menghadapi Barcelona di final Liga Champions tahun 2006.

Arsenal kalah tapi Eboue tetap menjadi pujaan para fans di Stadion Emirate, karena senyumnya yang lebar serta perayaan gol dan karena kemampuan teknisnya yang membuatnya membantu Pantai Gading mencapai Final Piala Afrika 2012.

Kegembiaraan itu, bagaimanapun, telah digantikan oleh air mata dan ketakutan yang mendalam akan nasibnya di masa depan.

Emamanuel Eboue, saat ini tidak dapat bermain sepak bola karena alasan kesehatan, mengatakan ia telah menjalani hidup yang semakin pahit. Inilah yang dia alami:


  • Kehilangan semua aset miliknya ketangan istrinya, Aurelie, yang dalam proses perceraian yang pahit, mengklaim semua aset mereka.
  • Harus bersembunyi dari polisi dan petugas pengadilan setelah diperintahkan oleh hakim untuk memindahkan kepemilikan satu-satunya rumah di Enfield yang tersisa ke tangan istrinya.
  • Dipisahkan secara memilukan dari ketiga anaknya, yang belum pernah dia temui sejak bulan juli lalu.
  • Berduka setelah kematian kematian kakeknya Amadou Bertin yang membesarkannya sejak kecil dan kehilangan saudaranya N’Dri Serge, tewas dalam kecelakaan sepeda motor.

sekarang tiga minggu sudah berlalu sejak batas waktu berlalu bagi Eboue untuk meyerahkan kepemilikan rumah di London Utara yang biasa di pakai untuk berbagai tempat tinggal Aurelie.

Seorang hakim akan menandatangai transfer kepemilikan rumah atas namanya jika Eboue tidak mau melakukannya.

Pemain dan istrinya tinggal di sana pada masa lalu yang lebih membahagiakan sebelum Eboue membeli sebuah rumah besar yang kini telah di jual oleh Aurelie.

Dia paham bahwa dia tadinya akan mengkontrakkan properti di Enfield tersebut. Jadi Eboue, dengan semua barang-barangnya ada di dalam tas yang dibawanya ke mana-mana, sekarang menunggu kedatangan petugas pengadilan yang akan memerintahkannya untuk pergi kapan saja.

Mantan bintang Arsenal itu berkata, “Saya tidak mampu membayar uang untuk menyewa pengacara. Saya ada di rumah tapi saya takut, karena saya tidak tahu jam berapa polisi akan datang. Terkadang saya mematikan lampu karena saya tidak ingin orang tahu bahwa saya ada didalam. Saya menaruh barang-barang di balik pintu agar bisa mengahalangi orang masuk.”

“Itu adalah rumah saya sendiri, saya hidup menderita agar bisa membeli rumah saya itu tapi sekarang saya takut.”

“Saya tidak akan menjual pakaian saya atau menjual apa yang saya miliki. Saya akan berjuang sampai akhir karena semua ini tidak adil. ”

Eboue telah mengalami penurunan drastis dari hari-hari di mana dia menjaring ratusan milyar rupiah di Arsenal dan kemudian gaji yang lebih kecil sebesar Rp 30 Milyar per tahun di klub Turki, Galatasaray.

Impiannya untuk kembali ke Liga Inggris bersama dengan Sunderland pupus tahun lalu setelah ia dikenai skorsing 12 bulan oleh FIFA setelah terjadi perselisihan dengan mantan agen tersebut.

Eboue mengatakan bahwa dia tidak pernah diberi bimbingan untuk mengelola keuangannya secara benar. Ia bersikeras istrinya-lah yang mengurus sebagian besar urusan keuangan mereka, dia mengaku “naif” untuk masalah pengelolaan uang.

Dia jug mengklaim dia dikelilingi oleh sejumlah orang yang memberi nasihat buruk sola finansial dan kehilangan dalam jumlah yang sangat besar.


Related posts

Leave a Comment